Program PSEL juga menjadi bagian dari transisi energi nasional.
Proyek ini dinilai mampu meningkatkan kemandirian energi sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi kesiapan Kota Bogor mengelola sampah melalui sistem sanitary landfill, serta menilai langkah tersebut dapat mendorong Bogor meraih kembali penghargaan Adipura.
“Meski masih besar tugas kita, semangat Pemerintah Kota Bogor mudah-mudahan dapat menyelesaikan pengelolaan sampah dalam waktu tidak terlalu lama,” ujar Hanif.
Lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di Galuga, Kecamatan Cibungbulang, melalui kolaborasi Pemkot dan Pemkab Bogor.
Kedua wilayah menegaskan kesiapannya memenuhi kuota minimal 1.000 ton sampah per hari, sebagai syarat utama beroperasinya PSEL.
“Pemkot berupaya untuk menyelesaikan dan memenuhi semua syarat yang diperlukan agar bisa masuk tahap berikutnya. Insyallah, Bogor Raya secara teknis dapat memenuhi kuota sampah harian yang dibutuhkan,” ujarnya.
Informasi pembangunan PSEL kembali disampaikan Dedie dalam sesi “Mengatasi Krisis Sampah dengan Teknologi dan Inovasi” pada Indonesia Climate Change Forum (ICCF) III, Kamis (23/10).





