Dedie bahkan membuka kemungkinan jenis kendaraan lain turut diberikan, seperti bus sekolah maupun ambulans. Ia meminta rencana kerja sama tersebut tidak dipandang sebagai persoalan antardaerah.
“Boleh (bus sekolah dan ambulans), apa pun. Ya jadi buat kami, jangan jadi polemik. Hal yang biasa saja hubungan antar daerah itu,” paparnya.
Baca Juga: Jelang Final Indonesia vs Thailand, Pemkot Bogor Siapkan Nobar di Balai Kota
Bukan Kali Pertama Jakarta Bantu Bogor
Dedie menyebut kerja sama dan dukungan dari Pemprov DKI Jakarta kepada Kota Bogor bukan hal baru.
Salah satu contohnya adalah pembangunan kolam retensi di Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, yang dibiayai melalui hibah dari Pemprov DKI Jakarta.
Di sisi lain, Bogor juga berupaya memberikan kontribusi terhadap Jakarta. Salah satu yang dilakukan adalah mengurangi beban sampah yang berpotensi masuk ke Sungai Ciliwung.
“Salah satunya dengan berupaya mengurangi beban sampah yang masuk ke Sungai Ciliwung. Bantuan dari Kota Bogor apa untuk DKI? Mencoba untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke Sungai Ciliwung, kan itu bantuan dari masyarakat Bogor,” kata Dedie.
Ia menilai hubungan antara daerah dalam satu kawasan aglomerasi memang perlu dibangun melalui kolaborasi, termasuk dalam penyediaan sarana pelayanan masyarakat.
“Dari Jakarta ada bantuan mobil sampah, itu hal yang menurut saya satu hal yang harus dibangun sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi,” tambahnya.





