INFOLADISHA – Fenomena menarik terjadi di dunia perbankan Indonesia. Dalam waktu sebulan saja, lebih dari 2.700 kantor bank tutup!
Tepatnya, jumlah kantor bank di Tanah Air menyusut dari 23.853 unit pada Januari 2025 menjadi 21.130 unit di Februari 2025.
Angka ini terungkap dalam data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lalu, apa yang bikin banyak kantor bank ‘gulung tikar’?
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut ini bukan karena masalah finansial, tapi murni strategi bisnis masing-masing bank.
“Tren pengurangan cabang ini sudah jadi pilihan strategis karena makin masifnya pemanfaatan teknologi informasi di dunia keuangan. Perilaku dan kebutuhan masyarakat juga berubah, lebih mengutamakan layanan digital,” jelas Dian, Kamis (12/6/2025).
Menurutnya, kini nasabah bisa mengakses layanan bank kapan saja, di mana saja.
Mau transfer, bayar tagihan, atau cek saldo? Cukup lewat aplikasi di ponsel, tak perlu repot datang ke kantor cabang.
“Kalau ada kantor cabang dengan volume transaksi rendah dan layanan yang kurang produktif, ya wajar kalau akhirnya ditutup. Bank fokus ke efisiensi operasional,” tambahnya.
Kalau melihat lebih detail, kelompok bank swasta nasional jadi yang paling banyak mengurangi kantor.
Dalam setahun, tepatnya dari Maret 2024 ke Maret 2025, ada 1.455 kantor yang tutup, dari 7.789 unit jadi 6.334 unit.






