INFOLADISHA — Setelah sempat lesu karena pandemi dan tekanan ekonomi, pusat perbelanjaan di Indonesia kini mulai kembali ramai dikunjungi.
Hal ini diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, yang menyebut mal-mal di berbagai daerah sudah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
“Kinerja pusat perbelanjaan sudah mulai bergeliat lagi. Kalau dilihat, sudah lebih ramai, meski daya beli masyarakat memang belum sepenuhnya pulih,” kata Alphonzus, Sabtu (5/7/2025).
Menurut Alphonzus, sejak Mei 2025 rata-rata tingkat kunjungan ke mal tumbuh sekitar 10%-15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini jadi sinyal positif bagi sektor ritel yang sebelumnya sempat terpukul cukup dalam.
Namun, dia mengakui belum semua pusat perbelanjaan merasakan efek kebangkitan ini.
Mal yang masih sepi umumnya belum mampu menawarkan pengalaman berbelanja yang menarik.
Di sisi lain, sektor hiburan, makanan, dan minuman justru mengalami pertumbuhan pesat.
“Sektor hiburan dan F&B (food and beverage) masih terus bertumbuh dengan sangat baik, karena ini yang sedang dicari masyarakat. Mereka ke mal bukan hanya belanja, tapi juga cari hiburan,” jelasnya.
Gaya Belanja Berubah, Mal Tetap Jadi Tempat Favorit
Menariknya, meski daya beli belum pulih, Alphonzus melihat masyarakat tetap setia datang ke mal. Bedanya, kini mereka lebih selektif dalam belanja.
“Khususnya masyarakat kelas menengah bawah, mereka tetap berkunjung, tapi yang dibeli barang dengan harga satuan lebih terjangkau,” ungkapnya.








