Bogor

MBG Ramadan di Bojonggede Jadi Sorotan, Orang Tua Pertanyakan Gizi dan Efisiensi Anggaran

×

MBG Ramadan di Bojonggede Jadi Sorotan, Orang Tua Pertanyakan Gizi dan Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini

Kritik juga datang dari Pengamat Kebijakan Publik, Yusfitriadi.

Ia menilai pelaksanaan MBG saat bulan puasa perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Salah satu poin yang disoroti adalah aspek efisiensi.

Ia menyebut, bila dihitung secara nasional, MBG berpotensi menghabiskan anggaran hingga sekitar satu triliun rupiah per hari.

Dalam sebulan, angka itu bisa mencapai puluhan triliun rupiah.

“Kalau bulan puasa tidak dijalankan, potensi penghematannya besar. Tapi tetap berjalan, rasionalisasinya tidak jelas,” ujarnya.

Selain efisiensi, ia juga mengkritisi kualitas dan jumlah paket yang diterima siswa.

Ia mencontohkan pengalaman anaknya yang duduk di bangku SMA dan hanya memperoleh satu paket per minggu, berisi dua kotak susu Cimory, dua apel, dua telur rebus, serta empat roti dengan harga sekitar Rp2.000 per biji.

Menurutnya, komposisi tersebut masih jauh dari standar gizi ideal yang seharusnya menjadi roh program.

Ia juga menyinggung praktik pembagian makanan yang sebagian besar hanya dikemas tanpa proses memasak, sehingga kandungan gizi dan kesegarannya patut dipertanyakan.

“Banyak masalah terjadi dalam pelaksanaan, bukan pada konsepnya,” tegasnya.

Ia mendorong agar kondisi di lapangan disampaikan secara terbuka agar pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dapat mengevaluasi program ini secara komprehensif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *