Bahkan, Dirjen Industri Agro Kemenperin memperingatkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) jika pasokan bahan baku tak segera distabilkan.

Menanggapi hal itu, Zulhas tetap pada pendiriannya. Ia menilai keuntungan yang tengah dinikmati petani seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat sektor hulu dengan mendorong perluasan dan intensifikasi perkebunan kelapa.
“Petani sedang untung banyak, itu harus kita dukung, bukan dibatasi,” tegasnya.
Harga kelapa di pasar memang menunjukkan tren naik dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data Informasi Pangan Jakarta, harga rata-rata kelapa kupas mencapai Rp 14.808 per butir pada Kamis (15/5/2025), sedikit turun Rp 19 dibanding hari sebelumnya. Sebelumnya, harga sempat menembus Rp 15.000 per butir.
Rencana pengenaan pungutan ekspor dan moratorium ekspor kelapa akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi lintas kementerian yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.***






