Kepala Kebijakan Publik Meta Indonesia Berni Moestafa mengatakan perusahaan ingin membantu orang tua merasa lebih tenang saat anak menggunakan media sosial.
Menurut Berni, pengaturan baru akan membantu remaja Indonesia memperoleh pengalaman konten yang lebih sesuai usia di Instagram dan Facebook.
Tidak hanya membatasi konten seksual sugestif dan gambar grafis mengganggu, Meta juga memperluas penyaringan terhadap unggahan yang mengandung bahasa kasar, aksi berbahaya, hingga promosi perilaku berisiko seperti penggunaan perlengkapan terkait ganja.
Baca Juga: Mau Beli Motor Matic Bekas? Kenali Ciri CVT Bermasalah Tanpa Harus Bongkar
Aturan baru itu diterapkan di seluruh layanan Instagram dan Facebook mulai dari akun, fitur pencarian, hingga pengalaman menikmati konten.
Pada fitur akun, remaja tidak dapat mengikuti akun yang rutin membagikan konten tidak sesuai usia.
Akun tersebut juga dibatasi untuk mengirim pesan langsung, mengikuti profil remaja, maupun berinteraksi di kolom komentar.
Meta juga memperluas pembatasan pencarian untuk topik sensitif dan dewasa termasuk kata yang disamarkan atau sengaja salah eja.
Sementara itu, konten yang melanggar pedoman usia tidak akan muncul di Explore, Reels, Feed, Stories, komentar, maupun tautan yang dibagikan lewat direct message termasuk dari akun yang sudah diikuti remaja.




