INFOLADISHA – Curah hujan tinggi yang belakangan sering turun membuat banjir kembali muncul di sejumlah wilayah.
Air merendam jalan, aktivitas terganggu, dan tak sedikit kendaraan harus menyerah di tengah genangan.
Motor menjadi salah satu korban paling rentan.
Banyak pengendara panik saat mesin tiba-tiba mati setelah menerjang banjir.
Reaksi spontan yang kerap terjadi adalah mencoba menyalakan motor berulang kali.
Padahal, langkah itu justru bisa berujung petaka.
Mesin yang kemasukan air dan dipaksa hidup berisiko mengalami kerusakan serius.
Bukan sekadar mogok sementara, tapi bisa berakhir mati total.
Situasi yang sebenarnya masih bisa diselamatkan, berubah jadi masalah mahal.
Ada beberapa langkah sederhana yang sebaiknya dilakukan saat motor mogok akibat banjir.
Penanganan awal yang tepat dapat mencegah kerusakan mesin semakin parah.
Langkah pertama, jangan menyalakan motor.
Mesin yang terendam air butuh waktu untuk benar-benar kering.
Memaksa starter hanya akan mendorong air masuk lebih dalam ke ruang bakar.
Selanjutnya, periksa knalpot.
Jika terdengar suara gemericik atau air keluar dari ujung knalpot, itu tanda air sudah masuk.
Tunggu hingga air keluar sepenuhnya sebelum melakukan upaya lanjutan.
Motor bisa dimiringkan ke salah satu sisi di permukaan yang rata.
Cara ini membantu air yang terjebak di dalam komponen keluar lebih mudah.






