INFOLADISHA – Penyakit misterius sedang melanda Republik Demokratik Kongo wilayah Barat Laut dan menewaskan 50 orang usai memakan kelelawar.
Penyakit usai memakan kelelawar ini bahkan menewaskan lebih dari 50 orang dalam hitungan jam setelah mereka terjangkit.
Dikutip dari CNN, penyakit misterius ini terdeteksi setidaknya lima minggu ke belakang. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tiga anak yang memakan kelelawar.
BACA JUGA : Bogor City Trail 2025 Bakal Segera Digelar di Kota Bogor
Direktur Rumah Sakit Bikoro, Serge Ngalebato mengatakan gejala-gejala yang ditimbulkan meliputi demam, muntah, dan pendarahan dalam.
Sementara untuk kematian biasanya terjadi sekitar 48 jam setelah seseorang merasakan sakit.
“Ini benar-benar mengkhawatirkan,” kata Serge.
BACA JUGA : Tasyakuran : Jenal Mutaqin Harapkan Doa Masyarakat Untuk Kelancaran Memimpin Kota Bogor
Gejala dari penyakit misterius ini mirip dengan beberapa virus mematikan seperti Ebola, demam berdarah, Marburg, dan demam kuning.
Wabah penyakit terbaru di Republik Demokratik Kongo dimulai pada 21 Januari 2025, dengan 419 kasus tercatat dan 53 kematian.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Afrika, wabah tersebut dimulai di Desa Boloko.
Tiga anak-anak yang memakan kelelawar tersebut meninggal dunia dalam waktu 48 jam.
BACA JUGA : Nih Daftar Jus Buah dan Sayuran yang Bisa Menurunkan Berat Badan Kamu






