Nailul mengingatkan, NPL UMKM sudah mendekati batas atas yang ditetapkan regulator di 5%.
Pemerintah diminta nggak tinggal diam dan segera meluncurkan program restrukturisasi pinjaman supaya pelaku usaha nggak makin terjepit.
Hal serupa disampaikan Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan. Ia mengakui, kondisi ekonomi saat ini belum sepenuhnya ramah bagi UMKM.
Walau begitu, Lani mengklaim NPL UMKM di banknya masih stabil. CIMB Niaga memang fokus membiayai usaha menengah yang dinilai lebih aman, dengan rata-rata pinjaman Rp 4 miliar.
“Kami seleksi ketat calon debitur, wajib ada rencana kerja dan proyeksi arus kas. Pencairan dana pun hati-hati banget. Dan yang paling penting, kami rutin komunikasi sama nasabah,” jelas Lani.
Sementara itu, Bank Oke Indonesia juga ambil langkah serupa.
Direktur Kepatuhan Bank Oke, Efdinal Alamsyah, mengakui NPL UMKM di banknya per April 2025 naik jadi 1,62%, dari sebelumnya 1,44%.
Untuk mengatasi ini, mereka siap menggulirkan program restrukturisasi dan relaksasi kredit bagi UMKM yang kesulitan.
Kini, bola ada di tangan pemerintah dan regulator.
Apakah mereka akan bergerak cepat menolong sektor UMKM agar tetap kuat menopang ekonomi nasional?
Kita tunggu langkah nyatanya.






