“Ada sembilan profesor dari tiga provinsi berbeda (Jakarta, Jawa Barat, dan Banten) yang saya jadikan sebagai narasumber untuk buku ini,” jelas Gatut.
Begitupun dengan lagunya. Gatut mengatakan, lagu ini diaransemen oleh Tulang Bajing. Dalam lagu mengandung pesan dan ajakan untuk bersama-sama melestarikan golok sebagai warisan dunia.
Baca Juga: FMP 2024: Lahirkan Anak Muda Nasionalis dan Inspiratif Lewat Program Generasi Emas Merah Putih
Gatut juga berharap buku dan lagu Pesona Golok Pasundan bisa menjadi referensi yang mendukung pengusulan golok menjadi warisan budaya tak benda dari oleh UNESCO.






