Kategori tanding mempertemukan dua atlet dalam pertandingan satu lawan satu.
Sementara TGR menguji kemampuan atlet menampilkan rangkaian gerak pencak silat, baik secara individu maupun beregu.
Baca Juga: Dedie Rachim Lepas 23 PNS Purnabakti di Kota Bogor, Ada yang Mengabdi hingga 40 Tahun
Solihin menjelaskan, pertandingan berlangsung selama lima hari dengan jadwal yang cukup padat.
Dalam sehari, jumlah pertandingan bisa mencapai 15 partai, mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Kategori tanding dinilai oleh tiga juri, sedangkan kategori TGR melibatkan 10 juri.
Dengan peluang medali dari dua kategori tersebut, kontingen Kota Bogor berharap bisa memenuhi target yang telah ditetapkan, bahkan meraih hasil lebih baik dari perkiraan.
Salah satu atlet pencak silat Kota Bogor, Mochamad Dava Afif Vasya, mengaku siap menghadapi persaingan di Porprov kali ini.
Atlet tanding kelas A putra dewasa dengan berat badan 45–50 kilogram itu telah menjalani persiapan bersama tim Kota Bogor selama dua tahun.
Program latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan umum, persiapan khusus, pra-kompetisi, hingga memasuki masa pertandingan.
Dava dijadwalkan menghadapi atlet Kabupaten Majalengka pada babak perempat final.
Pengalaman tampil di Porprov 2022 menjadi bekal tersendiri bagi Dava. Saat itu, ia berhasil meraih medali perak. Pada edisi kali ini, ia ingin memperbaiki pencapaian tersebut dengan membidik emas.






