Minggu,7 Desember 2025
Pukul: 20:15 WIB

Pengusaha Jakarta Cemas Kerusuhan Berlarut, Trauma Mei 1998 Kembali Terbayang

Pengusaha Jakarta Cemas Kerusuhan Berlarut, Trauma Mei 1998 Kembali Terbayang

Facebook
Telegram
WhatsApp
Email

INFOLADISHA – Kondisi ibu kota dalam dua hari terakhir membuat dunia usaha waswas.

Aksi massa yang berujung ricuh sejak Kamis (28/8) hingga Jumat (29/8/2025) dinilai mulai mengganggu stabilitas ekonomi.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, mengatakan para pengusaha khawatir jika kerusuhan terus berlanjut, roda perekonomian bisa terhenti.

Bayang-bayang tragedi Mei 1998 pun kembali menghantui.

“Pengusaha takut membuka kantor atau usahanya. Masih terbayang trauma peristiwa Mei 1998 yang meluluhlantakkan perekonomian bangsa. Ada ketakutan, bukan hanya bagi pengusaha, tapi juga masyarakat luas,” ujar Diana, Jumat (29/8/2025).

Sebagai catatan, kerusuhan Mei 1998 ditandai penjarahan, pembakaran, hingga kekerasan yang membuat banyak pusat perdagangan hancur.

Dampaknya kala itu memperdalam krisis ekonomi dan meninggalkan trauma panjang bagi pelaku usaha.

Diana menegaskan bahwa demonstrasi pada dasarnya bagian dari penyampaian pendapat yang sah.

Namun, jika berubah menjadi aksi anarkis, maka dampaknya langsung terasa bagi dunia usaha.

“Bila demo dilakukan damai, tidak ada masalah. Tapi kalau sudah menjurus ke anarkis bahkan kerusuhan, itu sudah lari dari esensinya,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah pusat perbelanjaan dan tempat usaha di Jakarta terpaksa tutup demi menghindari risiko.

Bahkan, Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja telah mengeluarkan edaran agar perusahaan memberlakukan sistem kerja dari rumah (WFH).

“Jika kondisi ini berlarut, dampak ekonominya akan meluas hingga skala nasional,” tegas Diana.

Related Posts

Add New Playlist