
“Sampai saat ini mulai dari anak, mantu, cucu dan cicit tercatat sudah ratusan. Tapi kami terus jaga silaturahmi, bahkan yang tinggal di daerah lainpun sengaja datang untuk tetap bersilaturahmi,” paparnya.
Menurutnya, tradisi keluarga ini tidak sekedar untuk saling silaturahmi antar keluarga yang masih hidup, namun juga diisi dengan kegiatan seperti tawasulan, pengajian dan doa untuk orang tua dan saudara yang telah tiada.
“Seperti disebutkan dalam hadist Rasulullah, ada tiga perkara yang tidak terputus dengan orang yang sudah meninggal diantaranya sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh yang selalu mendoakan,” jelasnya.

Ichwan mengaku, dengan pesatnya perkembangan teknologi memudahkan komunikasi antar keluarga dari turunan H. Ahmad (alm). Sehingga kegiatan apapun yang digelar dapat diikuti dan dihadiri seluruhbkeluarga besar ini.
Baca Juga : Ngeri Banget, Ada Kandungan Mikroplastik Pada Teh Celup Indonesia
“Apalagi sekarang ada Grup WhatsApp ya, jadi semuanya lebih mudah untuk saling komunikasi bila ada kegiatan,” tutup Ichwan.
Diketahui, pernikahan H. Ahmad (alm) dengan Hj. Kimah (almh) dikaruniai 11 putra-putri, dan 4 diantara telah meninggal dunia. Namun silaturahmi antar keluarga besar ini terus berlanjut dilakukan oleh suami dan istri beserta anak, cucu hingga cicit.




