Hingga 20 Mei 2025, sudah ada tambahan 26 ribu lebih pekerja yang kehilangan pekerjaan.

Tak hanya itu, melambatnya investasi, sentimen negatif terhadap kondisi ekonomi global, dan perang dagang antara AS dan China ikut mendorong kelas menengah untuk menahan pengeluaran di luar kebutuhan pokok.
“Bahkan dari data kami, perlambatan konsumsi terlihat dari menurunnya perputaran ekonomi saat momen mudik tahun ini. Ekonomi Indonesia pun hanya tumbuh 4,87 persen pada kuartal pertama 2025,” tambah Tira.
Meski tren menurun, Tira menilai kurban tetap menyimpan potensi besar untuk menggerakkan ekonomi desa melalui sektor peternakan.
Dalam visi pembangunan nasional, sektor peternakan dianggap strategis karena bisa menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan.
“Momentum kurban seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem peternakan nasional. Ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga soal memperkuat fondasi ekonomi rakyat,” pungkas Tira.***





