“Setelah pengecoran selesai pagi atau subuh, dilanjutkan istirahat dan persiapan bekisting siang hari. Kemudian pengecoran kembali dilakukan malam hingga subuh,” jelas Aditya.
Percepatan ini dilakukan setelah Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau langsung proyek tersebut dan memberikan sejumlah arahan.
Tim pelaksana kemudian menyusun langkah kerja untuk mengejar target penyelesaian pada 21 Oktober 2026.
Meski bentuk trase baru mulai terlihat dari badan jalan yang telah dicor, ruas tersebut belum dapat digunakan masyarakat.
Sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan, termasuk memastikan konstruksi memenuhi aspek kualitas dan keamanan sebelum jalan dibuka untuk lalu lintas umum.
Dengan progres sekitar 70 persen per 23 September, tim pelaksana masih memiliki waktu untuk menyelesaikan seluruh tahapan revitalisasi sesuai target yang ditetapkan.





