Jumat,5 Desember 2025
Pukul: 12:27 WIB

Redenominasi Tak Selalu Berbuah Manis, Ini Daftar Negara yang Pernah Gagal

Redenominasi Tak Selalu Berbuah Manis, Ini Daftar Negara yang Pernah Gagal

Facebook
Telegram
WhatsApp
Email

INFOLADISHA – Rencana pemerintah Indonesia untuk melanjutkan pembahasan redenominasi rupiah kembali mengemuka.

Kementerian Keuangan bahkan telah memasukkan Rancangan Undang-undang tentang Penyederhanaan atau Redenominasi Rupiah ke dalam rencana strategis 2025–2029.

Langkah ini tentu menarik perhatian publik. Banyak yang menilai redenominasi bisa menyederhanakan transaksi dan meningkatkan kepercayaan terhadap rupiah.

Namun, sebagian ekonom mengingatkan untuk jangan terburu-buru.

Sejarah mencatat, tak sedikit negara yang justru terseok-seok setelah melakukan redenominasi.

Berikut sederet kisah negara yang pernah mencoba dan gagal dalam menyederhanakan mata uangnya.

1. Afghanistan: Gagal Total Hanya dalam Dua Bulan
Pada 2002, Afghanistan mencoba menyederhanakan mata uangnya dengan redenominasi.

Tapi baru dua bulan berjalan, nilai tukar domestiknya justru melonjak tajam. Alih-alih stabil, kepercayaan masyarakat terhadap mata uangnya justru merosot.

2. Israel: Pangkas 9 Nol, Inflasi Tetap Gila-Gilaan
Israel pernah melakukan empat kali redenominasi besar antara 1980 hingga 1985, dengan memangkas sembilan nol dari mata uangnya.

Namun, langkah itu tak cukup menahan inflasi yang masih menembus 386% pada Agustus 1985.

3. Brasil: Rekor Terbanyak, Tapi Tak Pernah Berhasil
Brasil bisa dibilang “juara” dalam urusan redenominasi.

Sejak dekade 1960-an, negara ini sudah enam kali mengganti nilai mata uangnya demi mengatasi inflasi dan memperbaiki sistem keuangan.

Sayangnya, setiap upaya itu kandas. Salah satunya saat mata uang Cruzado terjun bebas hingga ribuan persen terhadap dolar AS akibat inflasi 500%.

Related Posts

Add New Playlist