Sejak dekade 1960-an, negara ini sudah enam kali mengganti nilai mata uangnya demi mengatasi inflasi dan memperbaiki sistem keuangan.
Sayangnya, setiap upaya itu kandas. Salah satunya saat mata uang Cruzado terjun bebas hingga ribuan persen terhadap dolar AS akibat inflasi 500%.

4. Zimbabwe: Simbol Kegagalan Redenominasi Dunia
Zimbabwe adalah contoh paling ekstrem.
Negara ini tiga kali melakukan redenominasi karena hiperinflasi yang sempat mencapai 1.000% pada 2007 dan melonjak hingga 79,6 miliar persen setahun kemudian.
Pada puncaknya, masyarakat Zimbabwe harus membawa setumpuk uang hanya untuk membeli tiga butir telur.
Pada 2009, pemerintah akhirnya menyerah. Mereka menghapus 12 nol dari mata uangnya dan beralih menggunakan mata uang asing seperti dolar AS, euro, hingga rand Afrika Selatan.
Meski redenominasi bisa membantu penyederhanaan transaksi, pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program ini bukan soal memotong nol semata.
Diperlukan ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, dan kepercayaan publik yang kuat.





