Zat Besi: Telur mengandung sekitar 0,6 miligram zat besi per butir. Pada saat puasa, zat besi berperan dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, mendukung metabolisme energi, dan mencegah anemia defisiensi besi.
Lemak Sehat: Satu butir telur rebus mengandung sekitar 5 gram lemak, termasuk lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang baik untuk kesehatan jantung. Lemak sehat ini juga berperan sebagai sumber energi yang bertahan lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana.
Keunggulan lain dari telur rebus sebagai menu sahur adalah penyajiannya yang mudah dan cepat.
Cukup rebus dalam air mendidih selama 8–12 menit, tergantung tingkat kematangan yang diinginkan.
Setelah matang, telur bisa langsung dikonsumsi atau dikreasikan sesuai selera. Untuk menambah rasa, kamu bisa menaburkan sedikit garam dan lada agar lebih gurih.
Jika ingin lebih sehat, kombinasikan dengan sayuran segar seperti tomat, selada, atau mentimun, yang kaya akan serat dan vitamin.
Meskipun telur rebus kaya akan nutrisi, efeknya bisa berbeda pada setiap orang.
Faktor metabolisme, aktivitas harian, dan kebutuhan kalori masing-masing individu memengaruhi seberapa lama rasa kenyang bertahan.
Sebagian orang mungkin merasa cukup dengan satu butir, karena kandungan protein dan lemak sehatnya yang dapat menekan rasa lapar.
Namun, bagi mereka yang memiliki metabolisme lebih cepat atau aktivitas tinggi, satu telur saja mungkin belum cukup, sehingga perlu tambahan karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum untuk energi yang lebih tahan lama.





