Minggu,7 Desember 2025
Pukul: 11:28 WIB

Saldo Rekening Tebal Bikin Tenang? Kata Pakar, Justru Bisa Rugi Pelan-Pelan!

Saldo Rekening Tebal Bikin Tenang? Kata Pakar, Justru Bisa Rugi Pelan-Pelan!

Facebook
Telegram
WhatsApp
Email

INFOLADISHA – Di tengah kondisi ekonomi yang serba tak pasti, istilah “cash is king” sering terdengar sebagai solusi paling aman.

Banyak orang memilih menumpuk uang tunai di rekening, berharap langkah itu bisa jadi tameng dari gejolak pasar.

Namun para perencana keuangan justru mengingatkan, kebiasaan ini dapat menimbulkan risiko tersembunyi yang merugikan dalam jangka panjang.

Jessica Goedtel, perencana keuangan bersertifikat dari Pennsylvania, menyebut bahwa menaruh terlalu banyak uang di rekening bukan hanya membuat nilainya tergerus inflasi, tapi juga rentan ketika terjadi insiden keamanan perbankan.

“Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit,” ujarnya.

Artinya, ketika ada pembobolan, peluang dana kembali bisa lebih tipis.

Lalu, berapa banyak uang yang ideal disimpan di rekening?

Gregory Guenther, konselor perencanaan pensiun dari New Jersey, punya patokan sederhana, yakni cukup untuk kebutuhan satu sampai dua minggu.

Menurutnya, saldo yang terlalu sedikit bisa memicu kecemasan setiap kali bertransaksi, tapi saldo yang terlalu besar malah menghilangkan peluang pertumbuhan di instrumen berimbal hasil lebih tinggi.

“Titik ideal memang pribadi, tapi tujuannya sama, hidup tanpa harus terus memeriksa saldo sebelum belanja kebutuhan pokok,” tegasnya.

Namun satu hal yang tak kalah penting, saldo rekening harian bukanlah pengganti tabungan darurat.

Dana darurat tetap perlu dipisahkan di tempat yang aman, likuid, dan memberi imbal hasil lebih baik.

Umumnya, pakar menyarankan simpanan setara tiga hingga enam bulan kebutuhan, misalnya di rekening tabungan berbunga tinggi.

Related Posts

Add New Playlist