Info Kesehatan

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Ngantuk? Ini 10 Biang Keroknya

×

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Ngantuk? Ini 10 Biang Keroknya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto: Pexels)

Ditambah lagi jika Anda kurang aktivitas fisik atau terlalu lama duduk.

Tubuh yang jarang bergerak cenderung mengalami sirkulasi darah yang kurang lancar sehingga terasa tidak bertenaga.

Di luar faktor gaya hidup, rasa kantuk terus-menerus bisa menjadi indikasi adanya masalah medis.

Salah satu yang paling umum adalah anemia akibat kekurangan zat besi.

Penurunan jumlah sel darah merah membuat distribusi oksigen ke seluruh tubuh terhambat sehingga memicu pusing dan rasa lelah berkepanjangan.

Kondisi psikologis seperti stres, kecemasan, maupun depresi juga membuat pikiran terus aktif dan mencegah tubuh beristirahat sepenuhnya meski mata terpejam.

Waspadai pula kemungkinan adanya gangguan tidur yang lebih spesifik.

Kondisi sleep apnea misalnya membuat penderitanya berhenti bernapas sejenak dan terbangun berulang kali tanpa sadar.

Gejala ini biasanya ditandai dengan dengkuran keras dan rasa sakit kepala saat bangun pagi.

Ada juga sindrom kaki gelisah yang memicu dorongan kuat untuk terus menggerakkan kaki saat tidur, serta narkolepsi yang merupakan gangguan saraf penyebab seseorang bisa tertidur secara tiba-tiba.

Terakhir, perhatikan kembali jenis obat-obatan yang sedang Anda konsumsi saat ini.

Penggunaan antihistamin, obat penenang, antidepresan, hingga beberapa jenis obat tekanan darah diketahui memiliki efek samping yang dapat memicu rasa kantuk berlebih pada siang hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *