Minggu,7 Desember 2025
Pukul: 20:39 WIB

Tabungan Warga Indonesia Terkikis, Rekor Terendah Sejak 2019

Tabungan Warga Indonesia Terkikis, Rekor Terendah Sejak 2019

Facebook
Telegram
WhatsApp
Email

INFOLADISHA – Pengeluaran untuk tabungan warga Indonesia makin mengecil, bahkan mencetak rekor terendah sejak survei Bank Indonesia (BI) dimulai.

Dalam survei konsumen BI periode Juli 2025 yang dirilis Kamis (8/8), proporsi pengeluaran untuk tabungan hanya 13,7%, turun lebih dari satu poin dari Juni yang sebesar 14,9%. Angka ini menjadi yang terendah setidaknya sejak 2019.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pengeluaran untuk konsumsi yang justru naik menjadi 75,4% pada Juli dari 75,1% di bulan sebelumnya.

Cicilan pinjaman juga sedikit naik ke 10,9% dari 10,8%.

Jika ditarik sejak Januari 2023, penurunan tabungan terjadi di semua kelompok pengeluaran.

Paling tajam dialami kelompok berpengeluaran Rp4,1–Rp5 juta per bulan, dari 18,8% menjadi 13,9% atau turun 4,9 poin.

Kelompok berpengeluaran Rp1–Rp2 juta dan Rp3,1–Rp4 juta juga melemah masing-masing 3,6 poin menjadi 13,6% dan 13,7%.

Bahkan kelompok berpendapatan di atas Rp5 juta pun ikut terdampak, turun dari 18,6% menjadi 15,8%.

Menurut Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia, simpanan nasabah perorangan di bank pada triwulan I-2025 turun 1,09% secara tahunan.

Dana yang ditarik, kata riset Indonesia Economic Outlook kuartal III-2025, umumnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, listrik, air, dan transportasi.

Kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan beban utang disebut menjadi pemicu utama.

Masyarakat terpaksa mengorbankan porsi menabung demi menutupi pengeluaran sehari-hari.

Dalam dua tahun terakhir, porsi konsumsi meningkat signifikan dari 73,6% di Januari 2023 menjadi 75,4% di Juli 2025.

Related Posts

Add New Playlist