BACA JUGA : Rekomendasi Tempat Wisata Edukasi di Bogor, Lengkap dengan Jam Operasional dan Alamatnya
Dari sudut pandang psikologi, Aully membenarkan bengong cenderung dilakukan oleh orang yang sedang fokus pada satu hal.
Biasanya, kata dia, bengong merupakan efek dari seseorang yang tidak bisa membagi pikiran ketika mengalami kejadian atau perasaan tertentu.
Jika terlalu sering bengong, Aully menyarankan orang-orang yang berada di dalam masalah untuk berusaha menenangkan pikiran.
Meditasi dinilai dapat menjadi salah satu cara membuat pikiran lebih rileks.
Ia menyampaikan, meditasi dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan preferensi bahkan kepercayaan masing-masing seperti Yoga bagi masyarakat umum atau salat bagi umat Islam.
BACA JUGA : Atang Trisnanto Dapat Lampu Hijau untuk Maju di Pilwalkot Bogor 2024
“Kalau meditasi, kita memang berusaha mengosongkan pikiran. Mirip seperti melamun untuk menenangkan (pikiran), lalu menurunkan tekanan di otak dan membuat jiwa lebih tenang. Hanya beda cara saja,” ujarnya.
Selain membuat pikiran rileks, melamun dapat mengatur kehawatiran berlebih akibat beban kehidupan.
Dengan bengong, manusia bisa lebih menerima kenyataan yang sering tidak sesuai dengan harapan.
Berkutat dengan segala urusan pekerjaan dan urusan rumah tangga yang tercampur selama lockdown pun diklaim dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.





