Jepang secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya atas ketidakpastian arah tarif AS, yang dianggap bisa menghambat perdagangan dan menekan laju pemulihan ekonomi dunia.
Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar semakin berhati-hati, terutama di kawasan Asia yang sangat sensitif terhadap dinamika perdagangan global.
Sementara dari China, sikap stabil ditunjukkan oleh Bank Sentral Tiongkok (PBoC) yang mempertahankan suku bunga acuan untuk bulan April 2025.
Suku bunga pinjaman satu tahun tetap di 3,1%, sedangkan lima tahun tidak berubah di level 3,6%.
Langkah ini menunjukkan upaya Tiongkok untuk menjaga stabilitas dalam negeri di tengah tekanan eksternal yang meningkat.
Dengan ketegangan global yang terus bergulir, pasar tampaknya masih akan bergerak dalam bayang-bayang ketidakpastian.
Manuver Trump tidak hanya menciptakan efek domino bagi pasar Amerika, tetapi juga berdampak langsung terhadap pergerakan pasar di Asia dan kawasan lain.
Dunia kembali dihadapkan pada pertanyaan besar, bagaimana menavigasi perekonomian global ketika aktor utamanya terus bermain dengan arah yang tak terduga?






