Haidir menjelaskan, saat kejadian berlangsung, dirinya bersama Kasubag TU KPPG sedang menerima tamu di ruangan kantor. Keduanya baru mengetahui adanya keributan setelah mendengar suara teriakan.
Mereka kemudian segera menghentikan kegaduhan tersebut. Setelah situasi terkendali, pimpinan KPPG memanggil kedua SPPI untuk diberikan teguran tegas.
Sebelum meninggalkan kantor, kedua orang tersebut disebut telah berdamai dan saling memaafkan.
Meski persoalan di antara keduanya telah diselesaikan secara internal, Haidir menegaskan bahwa pihaknya tidak membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
“KPPG Bogor tidak pernah mentoleransi setiap bentuk kekerasan, apa pun bentuknya,” tegasnya.
Pihak KPPG Bogor juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pihak atas kegaduhan yang timbul akibat kejadian tersebut.






