INFOLADISHA – Bagi Isnaeni Purnamawati, hidup bersama kanker bukan perkara sehari atau dua hari.
Selama 16 tahun, perempuan asal Kelurahan Sempur, Kota Bogor, itu harus melewati pemeriksaan, pengobatan, hingga tujuh kali operasi.
Namun, ada satu hal yang berusaha terus ia jaga: semangat untuk menjalani hidup.
Perempuan yang akrab disapa Noni itu tak ingin diagnosis kanker membuatnya larut dalam keputusasaan.
Ia justru ingin pengalamannya menjadi pengingat bagi pasien lain bahwa mereka tetap bisa memiliki harapan di tengah proses pengobatan.
Baca Juga: Dari Sampah hingga Bencana, Ini Peran yang Diminta Dedie Rachim dari GIBAS
Perjalanan tersebut bermula pada 2010, ketika Noni menjalani pemeriksaan terkait rahim. Hasil patologi anatomi saat itu menunjukkan kondisi jinak.
Enam tahun kemudian, kabar berbeda datang. Pada 2016, ia didiagnosis mengidap kanker ganas pada payudara. Ia juga mengalami masalah pada kelenjar getah bening di bagian ketiak.
Cobaan belum berhenti. Pada 2019, benjolan kembali muncul di punggung dan pundaknya. Sejak itu, perjalanan pengobatan yang harus dilalui Noni semakin panjang.
Tahun ini, ia kembali menjalani pemeriksaan setelah ditemukan benjolan di area kelenjar getah bening. Hasil patologi anatomi terbaru menunjukkan kondisi jinak.
Di tengah berbagai pengalaman tersebut, Noni berusaha tetap menjalani kesehariannya.






