INFOLADISHA – Vitamin yang disimpan rapi belum tentu kualitasnya tetap terjaga.
Kebiasaan memasukkan suplemen ke lemari pendingin, misalnya, tidak selalu menjadi pilihan tepat.
Kebutuhan penyimpanan setiap produk berbeda, bergantung pada formulasi dan petunjuk dari produsen.
Hal ini penting diperhatikan karena kualitas vitamin bisa dipengaruhi kondisi lingkungan tempat produk disimpan.
Panas, cahaya, dan kelembapan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kestabilan kandungan tertentu.
Baca Juga: 6 Pilihan Olahraga untuk Penyandang Obesitas, Aman Dimulai Tanpa Latihan Berat
Vitamin C termasuk yang relatif rentan mengalami penurunan kualitas akibat paparan ketiga faktor tersebut.
Adapun vitamin B12 memiliki tingkat kestabilan yang dipengaruhi bentuk kimia, formulasi, kondisi lingkungan, serta kemasan produk.
Artinya, tidak ada satu cara penyimpanan yang otomatis cocok untuk semua jenis vitamin. Petunjuk pada kemasan tetap menjadi acuan utama sebelum menentukan tempat penyimpanannya.
Kulkas bukan solusi untuk semua vitamin
Suhu dingin tidak selalu berarti penyimpanan lebih baik. Pada produk yang tidak membutuhkan pendinginan, memasukkannya ke kulkas tanpa alasan yang jelas belum tentu memberikan manfaat bagi kualitasnya.
Baca Juga: Bukan Hiasan, Ini Fungsi Tonjolan Kecil pada Tombol F dan J di Keyboard





