Sementara itu, dua medali emas lainnya diperebutkan melalui nomor compound pada sore hari.
Rizal menyebut Kota Bekasi, Kota Bandung, dan Kabupaten Bogor menjadi tiga kontingen yang mencatatkan skor tertinggi sementara. Ketiganya diperkuat pemanah andalan, termasuk atlet yang memiliki pengalaman di Pelatnas.
Persaingan yang ketat ini membuat peluang meraih medali masih terbuka bagi sejumlah daerah. Hasil pertandingan pada hari pertama juga menunjukkan bahwa kekuatan antarkontingen tidak terpaut jauh.
Baca Juga: Matangkan Venue dan Anggaran, Kota Bogor Siap Suksekan Porprov Jabar 2026
Panitia berharap persaingan di Porprov kali ini bisa menjadi jalan bagi atlet-atlet potensial untuk menembus kompetisi nasional.
Di tengah persaingan tersebut, Kota Bogor juga berupaya memanfaatkan statusnya sebagai tuan rumah.
Kontingen Kota Bogor menurunkan tujuh atlet dari kuota awal delapan orang. Satu atlet dipastikan tidak bisa tampil karena berhalangan hadir.
Tujuh pemanah yang diturunkan terdiri dari tiga atlet nomor standar nasional, dua atlet compound putri, dan dua atlet recurve putra.
Dengan komposisi tersebut, Kota Bogor tetap bersaing di sejumlah nomor yang dipertandingkan. Namun, mereka harus menghadapi kontingen lain yang juga datang dengan persiapan serius.
Hari pertama menjadi pembuka dari rangkaian panjang pertandingan panahan Porprov XV Jabar 2026.






