Kedua, efek pada performa kendaraan.
Aliran gas buang knalpot brong sering tidak sesuai setelan pabrikan.
Akibatnya mesin bisa bekerja lebih berat, cepat panas, dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Jika pemasangan tidak presisi, tenaga motor juga dapat turun pada putaran tertentu.
Dalam jangka panjang, pembakaran yang tidak optimal berpotensi mempercepat keausan komponen mesin.
Ketiga, dampak sosial dan hukum.
Knalpot brong kerap memicu keluhan warga karena dianggap mengganggu ketertiban umum, terutama saat dipakai malam hari atau jam istirahat.
Pengguna kendaraan juga berisiko terkena tilang karena kendaraan tidak memenuhi standar teknis yang berlaku di jalan raya.
Dengan sederet dampak itu, knalpot brong dinilai lebih banyak mendatangkan kerugian.
Bukan hanya mengusik kenyamanan orang lain, tetapi juga bisa merusak motor sendiri dan berujung sanksi hukum.





