INFOLADISHA — Lintasan kereta sebidang masih tersebar di sejumlah titik di Kota Bogor.
Kondisi ini menjadi perhatian karena dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama di lokasi yang belum memiliki palang pintu.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Sujatmiko Baliarto menyebut sedikitnya ada delapan titik lintasan kereta sebidang yang masih aktif di wilayah Kota Hujan.
Sejumlah lokasi itu berada di Tatawinata, Kebon Pedes, Pasar Anyar, Kantor Batu, Dreded, hingga Cipaku.
Menurut Sujatmiko, selain delapan lintasan tersebut, masih ada dua titik perlintasan yang belum memiliki palang pintu resmi.
Baca Juga: Inspektorat Kota Bogor Angkat Bicara Soal Jual Beli Jabatan, Ini Katanya
“Ada dua titik di kita. Pertama di MA Salmun dan dekat Stoplet Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal,” kata Sujatmiko, Rabu 29 April 2026.
Di kawasan MA Salmun, pengawasan lalu lintas dibantu petugas KAI yang memberi informasi kepada pengendara saat kereta akan melintas.
Jalur ini cukup padat karena menjadi penghubung kendaraan dari kawasan Argo menuju Jalan Dewi Sartika dan sebaliknya.
Pemerintah Kota Bogor juga merencanakan penutupan lintasan MA Salmun.
Sebagai pengganti, fly over disiapkan dan disebut telah mengantongi izin.
Sementara itu, di Sukaresmi sebenarnya sudah terdapat palang pintu.
Baca Juga: Kasus Gadai SK Satpol PP Kota Bogor Terkuak, Inspektorat Sebut Uang Dipakai Investasi dan Usaha





