INFOLADISHA – Persoalan sampah liar di wilayah barat Kabupaten Bogor kembali mencuat.
Volume yang terus meningkat memaksa petugas bekerja ekstra, terutama setelah momen Idul Fitri.
Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah VII Jasinga pada DLH Kabupaten Bogor, Suryadi, mengungkapkan lonjakan signifikan terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam satu kali penanganan pasca Lebaran, timnya mengangkut hingga 8 ton sampah liar atau setara tiga dump truk.
“Ada beberapa titik yang menjadi langganan. Kemarin setelah Lebaran, kami angkut sekitar 8 ton,” kata Suryadi, Kamis 2 April 2026.
Wilayah kerja UPT ini mencakup enam kecamatan, yakni Jasinga, Tenjo, Parungpanjang, Rumpin, Cigudeg, dan Sukajaya.
Titik-titik rawan pembuangan liar tersebar di sejumlah lokasi yang berulang kali dibersihkan.
Menurut Suryadi, persoalan ini tidak berdiri sendiri. Minimnya kemitraan antara masyarakat dan Dinas Lingkungan Hidup menjadi salah satu penyebab utama.
Tanpa keterlibatan warga, sampah mudah kembali menumpuk meski sudah dibersihkan.
Kemitraan tersebut memang tidak bersifat wajib.
Namun kondisi di lapangan menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kami berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.





