INFOLADISHA – Knalpot brong masih kerap dipakai demi tampilan dan suara yang dianggap gagah.
Padahal di balik bunyi keras yang menggema, komponen ini justru lebih banyak membawa masalah ketimbang manfaat, terutama saat digunakan di kawasan permukiman dan jalan perkampungan.
Simbol gaya hidup yang merepotkan banyak orang, prestasi yang sungguh membanggakan.
Sejumlah penelitian menunjukkan suara knalpot brong bisa mencapai 92 hingga 112 desibel.
Angka itu jauh di atas batas aman yang direkomendasikan, yakni sekitar 77 sampai 83 desibel, tergantung kapasitas mesin sepeda motor.
Baca Juga: Bermula dari Senggolan Dua Motor, Siswi SMP Tewas Terlindas Truk di Rumpin Bogor
Kondisi tersebut menjadi alasan kuat mengapa penggunaan knalpot brong terus dibatasi dan ditindak.
Setidaknya ada tiga dampak utama yang paling sering menjadi sorotan.
Pertama, gangguan kesehatan dan lingkungan.
Suara knalpot yang terlalu keras dapat memicu stres, mengganggu waktu istirahat, serta merusak kenyamanan warga sekitar.
Dalam paparan tertentu, kebisingan juga berisiko menimbulkan tinnitus atau telinga berdenging hingga gangguan pendengaran permanen.
Masalah lain muncul dari sisi emisi.
Baca Juga: Cara Biar Mesin Mobil Tak Gampang Overheat, Banyak Pengemudi Baru Sadar Saat Terlambat
Pada banyak kasus, knalpot nonstandar menghilangkan sistem penyaring gas buang sehingga polusi udara meningkat dan kualitas lingkungan menurun.





