INFOLADISHA – Saat berkendara, pengemudi tidak bisa melihat seluruh area di sekitar mobil hanya melalui kaca spion.
Ada ruang tertentu yang berada di luar jangkauan pandangan atau dikenal sebagai blind spot.
Kondisi ini kerap menjadi penyebab kecelakaan ketika pengemudi berpindah jalur tanpa menyadari ada kendaraan lain di sisi mobil.
Untuk mengurangi risiko tersebut, banyak mobil modern kini dibekali fitur Blind Spot Monitoring atau BSM.
Teknologi ini bekerja menggunakan sensor dan radar untuk memantau area yang tidak terlihat oleh pengemudi.
Baca Juga: Jangan Asal Pakai Posisi D, Begini Cara Aman Mengemudi Mobil Matic di Tanjakan dan Turunan
Ketika mendeteksi kendaraan atau objek di titik buta, sistem akan langsung memberikan peringatan sehingga pengemudi memiliki waktu untuk mengambil keputusan dengan lebih aman.
Keberadaan fitur ini bukan sekadar pelengkap.
Dalam berbagai situasi berkendara, terutama di jalan yang padat, Blind Spot Monitoring dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi potensi tabrakan.
Berikut delapan fungsi utama Blind Spot Monitoring yang perlu diketahui.
Memberikan peringatan sebelum bermanuver
Fungsi paling utama BSM adalah memberi sinyal ketika ada kendaraan yang berada di sisi mobil dan tidak terlihat dari kaca spion.
Peringatan dapat muncul dalam bentuk lampu indikator, suara, maupun getaran pada setir sesuai fitur yang tersedia di masing masing kendaraan.





