INFOLADISHA – Cara menginjak pedal gas ternyata bukan sekadar soal membuat mobil melaju lebih cepat.
Kebiasaan yang terlihat sederhana ini justru berpengaruh langsung terhadap konsumsi bahan bakar, usia pakai komponen, hingga keselamatan saat berkendara.
Masih banyak pengemudi yang terbiasa menginjak pedal gas terlalu dalam atau melakukan akselerasi secara tiba tiba.
Padahal, gaya mengemudi seperti itu membuat kendaraan bekerja lebih berat dan memicu berbagai dampak yang sering kali baru disadari ketika biaya perawatan mulai membengkak.
Berikut sejumlah risiko yang dapat muncul jika pengemudi tidak mengoperasikan pedal gas dengan halus dan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Aksi Mahasiswa Kepung DPRD Kota Bogor, Desak Dugaan Pokir hingga Tender Proyek Diusut
Pertama, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Saat pedal gas diinjak berlebihan, mesin membutuhkan suplai bahan bakar lebih banyak untuk menghasilkan tenaga.
Akibatnya, penggunaan BBM meningkat meski jarak tempuh yang dilalui tetap sama.
Kondisi tersebut dapat terjadi pada mobil bertransmisi manual maupun otomatis.
Jika menjadi kebiasaan, pengeluaran untuk membeli bahan bakar akan terus bertambah tanpa disadari.
Dampak berikutnya adalah kampas rem lebih cepat aus.
Baca Juga: Hibah KNPI Bogor Rp2,1 Miliar Tetap Cair, Bupati Rudy Susmanto Buka Alasan Pemkab





