INFOLADISHA – Coretan vandalisme dan kerusakan fasilitas mulai menghiasi sejumlah halte BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor.
Kondisi itu mendorong Pemerintah Kota Bogor menyiapkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV sebagai upaya menekan aksi perusakan fasilitas publik.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan keberadaan CCTV diharapkan memudahkan petugas mengidentifikasi pelaku sehingga bisa dikenai sanksi.
“Harus dipasang CCTV biar ketahuan dan nanti diberikan sanksi yang tegas. Kami minta Dishub untuk pengadaan CCTV nanti,” kata Jenal di Balai Kota Bogor, Kamis (16/7/2026).
Menurut dia, realisasi pemasangan kamera pengawas masih menunggu kesiapan anggaran daerah.
Jika tersedia dalam perubahan anggaran tahun ini, pengadaan akan diprioritaskan untuk halte halte BisKita.
Rencana tersebut muncul setelah kondisi sejumlah halte menjadi sorotan.
Di beberapa titik, seperti Halte Ahmad Syam 1, Shelter Dinkes, GOR Pajajaran, dan Griya Bogor Raya, dinding dipenuhi coretan.
Sejumlah bangku penumpang juga mengalami kerusakan, bahkan ada yang terlepas dari dudukannya. Kebersihan halte pun dinilai kurang terjaga karena masih ditemukan debu dan sampah.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan Kota Bogor mulai memperbaiki halte yang mengalami kerusakan.





