INFOLADISHA – Membuang sampah ke sungai atau saluran air bukan sekadar persoalan kebersihan.
Kebiasaan tersebut juga menjadi salah satu persoalan lingkungan yang disoroti Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dalam upaya mengurangi risiko bencana.
Dedie meminta anggota Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) tidak hanya bersiap ketika bencana terjadi, tetapi juga terlibat dalam pencegahan sejak dini.
Peran itu bisa dimulai dari meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hingga membantu masyarakat yang terdampak musibah.
Pesan tersebut disampaikan saat penutupan Pelatihan Dasar Tanggap Bencana Periode II GIBAS Kota Bogor Tahun 2026 di Villa Aryati, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Minggu (18/10/2026).
Baca Juga: Dampak Gempa M 4,1 Guncang Bogor, 253 Rumah dan 5 Tempat Ibadah Rusak
Menurut Dedie, kesiapan menghadapi bencana harus dibangun melalui pemahaman terhadap potensi bahaya dan kemampuan menjalankan prosedur penanganan darurat.
Namun, upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan kebiasaan menjaga lingkungan.
Ia mendorong anggota GIBAS ikut mengajak masyarakat mengelola sampah dengan lebih baik. Selain membantu mengurangi risiko bencana, pengelolaan sampah yang tepat juga dinilai berpotensi memberikan manfaat ekonomi.
Dedie juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membantu korban bencana di luar Kota Bogor.







Respon (2)