Menurutnya, kepedulian terhadap daerah lain perlu disertai kesiapan mental dan kemampuan untuk terlibat langsung dalam misi kemanusiaan.
Baca Juga: Terlibat Penganiayaan di KPPG Bogor, Korwil MBG Purwakarta Dicopot, Nasib ASN Menunggu Sidang Etik
“Beberapa daerah di luar Kota Bogor memiliki potensi bencana yang tinggi, tentu kita harus juga mempunyai rasa empati kepada daerah-daerah lain,” ujar Dedie dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kota Bogor.
Melalui pelatihan tersebut, anggota GIBAS diharapkan tidak hanya memahami langkah mitigasi dan penanganan darurat, tetapi juga memiliki kesiapan untuk memberikan bantuan ketika dibutuhkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, mengatakan GIBAS telah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas kebencanaan selama dua tahun berturut-turut.
Ia menjelaskan, pelatihan tidak hanya membahas tindakan ketika bencana terjadi, tetapi juga cara mengenali potensi bahaya dan melakukan mitigasi sebelum situasi darurat muncul.
Dimas menilai keterlibatan masyarakat diperlukan karena warga berada di lingkungan yang berpotensi terdampak.
Pemahaman mengenai risiko bencana dapat membantu mereka mengambil langkah awal sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan.
“Masyarakat termasuk GIBAS, maupun masyarakat luas memiliki potensi untuk melakukan mitigasi, dan melakukan respon cepat saat terjadi di wilayahnya,” kata Dimas.







Respon (2)