INFOLADISHA – Jumlah siswa dan guru dari SMP Negeri 1, 2, dan 3 Dramaga, Kabupaten Bogor, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 489 orang.
Di tengah penanganan para korban, operasional dapur penyedia makanan dari SPPG Yayasan Abah dihentikan sementara.
Penambahan jumlah korban diketahui setelah petugas gabungan menyisir rumah-rumah siswa untuk mendata mereka yang mengalami gejala, tetapi belum sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Kapolsek Dramaga Iptu Agripinus Motani Zalukhu mengatakan, sebagian besar korban tambahan hanya mengalami gejala ringan.
“Ada tambahan, korban dugaan keracunan MBG jumlahnya mencapai 489 jiwa. Data tambahan tersebut, rata-rata mereka hanya mengalami gejala ringan,” kata Agripinus kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: Pendapatan Daerah Disesuaikan, Rudy Susmanto Minta Program APBD Bogor yang Belum Jalan Dievaluasi
Puluhan Korban Masih Dirawat
Dari total 489 orang yang terdata, sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing.
Sementara itu, 31 orang masih menjalani perawatan dan observasi di RS Karya Bhakti Pratiwi, RS Medika, serta sejumlah puskesmas.
Agripinus mengatakan, para korban yang masih dirawat diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat oleh dokter. Mereka juga bisa menjalani rawat jalan sesuai kondisi masing-masing.





