INFOLADISHA – Pernah mendapat jawaban dari AI yang terdengar sangat meyakinkan, tetapi ternyata belum tentu benar?
Situasi seperti ini bisa terjadi karena kecerdasan buatan tidak selalu memberikan informasi yang sesuai dengan fakta.
Masalahnya, kesalahan tersebut tidak selalu mudah dikenali. AI bisa menyusun jawaban dengan bahasa yang rapi, lengkap, bahkan menyertakan angka dan sumber tertentu.
Padahal, informasi yang disampaikan mungkin keliru atau tidak memiliki dasar yang jelas.
Fenomena ini dikenal sebagai halusinasi AI (AI hallucination). Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap jawaban yang dihasilkan teknologi tersebut.
Peringatan ini penting, terutama ketika AI digunakan untuk mencari informasi tentang kebijakan pemerintah, peristiwa tertentu, atau tuduhan yang melibatkan seseorang maupun lembaga.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Mediodecci Lustarini, mengatakan jawaban AI tetap perlu diperiksa melalui sumber yang kredibel.
Dikutip dari laman Komdigi, Kamis (29/10/2026), ia menegaskan bahwa kemampuan AI membantu pencarian informasi tidak serta-merta membuat semua jawabannya benar.






