Ketiga, perhatikan detail yang disampaikan AI. Angka, tanggal, nama, dan kutipan langsung perlu diverifikasi, terutama jika informasi tersebut akan digunakan untuk tugas akademik, pekerjaan, atau pemberitaan.
Langkah ini membantu pengguna membedakan jawaban yang sekadar terdengar masuk akal dari informasi yang benar-benar memiliki dasar.
Kesalahan AI bisa menjadi masalah yang lebih besar ketika jawabannya langsung disebarkan tanpa pemeriksaan.
Informasi yang belum terverifikasi dapat membuat orang lain ikut mempercayai klaim yang keliru. Risiko ini semakin besar jika informasi tersebut menyangkut isu publik atau reputasi seseorang.
Karena itu, jangan terburu-buru meneruskan jawaban AI ke media sosial maupun grup percakapan. Pastikan informasi tersebut memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komdigi mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip trust but verify, yaitu memanfaatkan teknologi sambil tetap memeriksa kebenaran informasi.
AI memang bisa membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, mulai dari mencari referensi hingga merangkum bacaan.
Namun, hasilnya tetap perlu diperiksa sebelum dijadikan dasar untuk mengambil keputusan atau menyampaikan informasi kepada orang lain.
Intinya, AI bisa membantu menemukan jawaban, tetapi pengguna tetap perlu memastikan apakah jawaban itu benar.






