Dedie menyebut kawasan trase baru Batutulis memiliki lanskap yang menarik dan dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk ruang terbuka hijau (RTH). Kondisi ini berpotensi mengundang warga datang untuk sekadar melihat-lihat.
Karena itu, Pemkot Bogor bersama kepolisian akan mengantisipasi keramaian agar tidak mengganggu lalu lintas.
“Ini adalah jalan lintas, bukan tempat wisata. Namun karena lokasinya indah, tentu harus diantisipasi keramaiannya oleh teman-teman di wilayah,” tegas Dedie.
Ia juga mengingatkan agar pengurus RT/RW, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas ikut menjaga ketertiban di sekitar kawasan tersebut.
Selain itu, pedagang kaki lima (PKL) yang mulai memanfaatkan trotoar baru akan ditertibkan. Pemkot menegaskan trotoar harus tetap berfungsi untuk pejalan kaki, bukan menjadi tempat berjualan.
Terkait dinding pembatas milik PT KAI yang belum diperbaiki, Dedie mengaku telah berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, konstruksi tersebut sejauh ini dinyatakan aman.
Dengan sejumlah tahapan yang masih berjalan, warga kini menunggu kepastian pembukaan trase baru Batutulis.
Jika persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi, jalur tersebut ditargetkan mulai bisa dilintasi pada Sabtu (31/10/2026).






