Pemeriksaan ketiga difokuskan pada sub frame, terutama pada motor jenis naked atau sport.
Tidak sedikit motor yang pernah diubah atau di-custom dengan cara memotong bagian belakang rangka lalu menyambungkannya kembali.
Penjual yang kurang jujur bahkan bisa mengembalikan bentuknya agar tampak standar.
Perhatikan ujung rangka belakang, apakah terdapat bekas sambungan, las, atau bentuk yang tidak serapi keluaran pabrik.
Selanjutnya, cek kondisi segitiga setang. Komponen ini termasuk bagian rangka yang rentan terdampak saat kecelakaan.
Pastikan tidak ada bekas las di area yang seharusnya utuh.
Selain itu, amati apakah segitiga setang masih presisi dan simetris.
Saat test ride, setang yang terasa menarik ke satu sisi bisa menjadi tanda rangka pernah mengalami tekanan keras.
Cara kelima adalah memperhatikan kualitas cat pada rangka.
Rangka yang pernah dilas atau diperbaiki biasanya memiliki warna cat yang tidak seragam, tampak lebih tebal, atau berbeda kilap dibanding bagian lain.
Perbedaan ini sering kali menjadi upaya menutupi bekas perbaikan.
Keenam, periksa nomor rangka motor. Pastikan nomor rangka tercetak rapi, sejajar, dan sesuai dengan dokumen kendaraan.
Nomor rangka yang tampak tidak rata, tergores, atau berada di area bekas las patut dicurigai karena bisa menandakan rangka pernah diganti atau diperbaiki.





