Beberapa lokasi yang menjadi fokus antara lain Pasirjaya, Ranggamekar, dan Kayumanis.
Baca Juga: Bogor Rusak, Jakarta Ikut Kena Imbas, Dedi Mulyadi Minta Tata Ruang Dikembalikan
Selain itu, personel BPBD masih disiagakan di sejumlah titik untuk menginventarisasi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem.
Pada saat kejadian, kondisi hujan deras membuat petugas tidak dapat bergerak optimal sehingga difokuskan untuk siaga di area rawan.
BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta memantau informasi cuaca dari kanal resmi serta segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi kenaikan debit air secara cepat atau tanda-tanda longsor.
Di Kabupaten Bogor, penanganan pascabencana mulai dilakukan, terutama di wilayah Ciomas.
Petugas fokus mengevakuasi material yang menyumbat aliran sungai untuk mencegah banjir susulan.
Kepala TU UPT Irigasi Ciampea, Badri, mengatakan banjir membawa material seperti batu, pasir, dan pohon yang memperparah dampak di permukiman warga.
“Penanganan dilakukan dengan membersihkan material agar tidak terjadi banjir susulan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jembatan yang ambruk di Ciapus diduga kuat akibat hantaman pohon besar yang terbawa arus deras dari hulu sungai.
Di sisi lain, tingginya frekuensi bencana di wilayah Bogor mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.





