Menurut dia, proyek pengolahan sampah menjadi listrik diharapkan menjadi lompatan penting dalam pembangunan daerah sekaligus menghadirkan wajah baru Kabupaten Bogor yang lebih tertata.
“Semua persoalan harus kita tangani dan tuntaskan. Banjir harus diselesaikan, sampah harus diatasi, dan pembangunan harus terus berjalan,” katanya.
Selain menekan volume sampah, PSEL Bogor Raya juga diproyeksikan memberi dampak langsung bagi warga.
Baca Juga: Penataan PKL di Bogor Meluas, Bupati Pastikan Pedagang Tetap Dibina
Lingkungan diharapkan lebih bersih, pencemaran berkurang, dan sistem pengelolaan sampah menjadi lebih modern.
Sesuatu yang selama ini terdengar sederhana, tetapi sering terasa langka.
Di sisi ekonomi, proyek ini berpotensi membuka lapangan kerja baru serta mendorong pengembangan sektor energi bersih di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Sementara itu, Zulkifli Hasan menyebut persoalan sampah kini sudah berada pada level darurat nasional karena berdampak pada lingkungan dan berpotensi memicu bencana.
“Kita ini sudah masuk kategori darurat sampah. Buktinya sudah menggunung, dan sudah ada bencana,” kata Zulkifli Hasan.
Ia menambahkan pemerintah menargetkan hingga 2029 seluruh sumber sampah non rumah tangga bisa ditangani dari lokasi masing masing.
Sampah kantor diselesaikan di kantor, sampah pasar di pasar, sekolah di sekolah, hingga restoran dan fasilitas lainnya.





