Kedua, periksa slang serta tutup radiator.
Slang yang mulai mengeras biasanya menandakan usia pakainya habis.
Jika dipaksakan, komponen ini berisiko pecah saat tekanan meningkat.
Tutup radiator juga wajib diperhatikan, terutama bagian karetnya.
Bila sudah kaku, tekanan sistem tidak terjaga dan cairan pendingin bisa keluar tidak semestinya.
Ketiga, gunakan radiator coolant, bukan air biasa.
Masih banyak yang menganggap semua cairan bening punya takdir sama.
Padahal air biasa dapat memicu karat dan endapan di dalam jalur pendingin.
Lama kelamaan, aliran tersumbat dan kemampuan radiator menurunkan suhu ikut melemah.
Coolant membantu menjaga temperatur sekaligus mencegah korosi.
Keempat, pastikan kipas radiator bersih dan berfungsi normal.
Kipas berperan membuang panas dari area mesin, terutama saat mobil berhenti atau berjalan lambat.
Debu dan kotoran yang menempel bisa mengurangi kinerja.
Jika putaran kipas melemah atau mati, suhu mesin dapat cepat naik.
Kelima, pantau volume dan kondisi oli mesin.
Selain melumasi komponen, oli juga membantu meredam panas.
Pemilik kendaraan disarankan rutin mengecek level oli melalui dipstick.
Oli yang kurang atau sudah menurun kualitasnya membuat kerja mesin lebih berat dan suhu lebih mudah meningkat.
Keenam, perhatikan kondisi V belt.
Komponen ini menggerakkan water pump yang bertugas mensirkulasikan cairan pendingin.





