BeritaTeknologi

Chatbot AI Mengaku Disuruh Komdigi Blokir Konten Demo, Ini Kata Pakar Siber

×

Chatbot AI Mengaku Disuruh Komdigi Blokir Konten Demo, Ini Kata Pakar Siber

Sebarkan artikel ini
Foto: Freepik

Apalagi jika banyak akun membicarakan isu yang sama dalam waktu berdekatan.

Baca Juga: Spotify Singkirkan 50 Juta Lagu Sampah, Konten AI Jadi Sorotan

Meski begitu, Alfons menegaskan, ciri-ciri tersebut belum cukup untuk memastikan sebuah akun dijalankan oleh AI.

Artinya, menilai sebuah akun sebagai bot tidak bisa hanya berdasarkan kesan atau dugaan.

Perlu ada pemeriksaan lebih jauh untuk mengetahui apakah aktivitas tersebut memang terorganisasi dan melibatkan penyalahgunaan teknologi.

Hal ini juga penting agar pengguna media sosial yang benar-benar menyampaikan pendapatnya tidak ikut dicurigai sebagai bagian dari operasi manipulasi opini.

Di tengah polemik tersebut, Alfons mengingatkan pemerintah agar tidak menutup diri terhadap kritik masyarakat.

Menurutnya, kritik seharusnya menjadi bagian dari komunikasi antara pemerintah dan publik.

Informasi yang terbuka juga membantu masyarakat memahami kebijakan sekaligus menilai persoalan secara lebih jernih.

“Justru harusnya pemerintah terbuka terhadap kritik dan diberikan informasi. Malah harusnya berterima kasih,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu lebih cermat saat menemukan akun yang dicurigai menggunakan AI untuk memengaruhi percakapan publik.

Memeriksa kebenaran informasi, mencermati aktivitas akun yang tidak wajar, dan melaporkan dugaan penyalahgunaan kepada platform bisa menjadi langkah awal.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *