Selain itu, program pendidikan kesetaraan juga dinilai akan berdampak langsung terhadap peningkatan rata-rata lama sekolah dan IPM Kota Bogor pada tahun-tahun mendatang.
Tak hanya soal pendidikan formal, Dedie juga mendorong Bakoma Bogor Raya aktif menyosialisasikan peluang masuk sekolah kedinasan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan setelah Ketua Bakoma Bogor Raya, Rini Rosmilawati, menyebut organisasinya dipercaya menjadi pengawas eksternal dalam proses pendaftaran dan penerimaan Akademi Kepolisian atau Akpol.
Dedie menilai masih banyak orang tua dan pelajar yang belum memahami peluang pendidikan di sekolah kedinasan, padahal jalur tersebut dapat menjadi kesempatan karier sekaligus pengabdian bagi anak-anak daerah.
Baca Juga: Dedie Rachim Tinjau Proyek Trase Baru Batutulis, Alat Berat Mulai Masuk
“Sekolah kedinasan itu banyak dan ini menjadi tantangan kita. Koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait perlu dilakukan agar informasi ini tersampaikan kepada masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dedie turut mengajak Bakoma Bogor Raya mendukung program lingkungan hidup melalui penanaman 544 pohon dalam rangka Hari Jadi Bogor ke 544.
Kolaborasi itu diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan masa depan Kota Bogor.





