INFOLADISHA – Krisis air bersih mulai dirasakan warga di Kota Bogor seiring menurunnya debit mata air dan sumur warga akibat musim kemarau.
Sedikitnya dua kelurahan terdampak kekeringan, yakni Kelurahan Kedunghalang di Kecamatan Bogor Utara dan Kelurahan Bubulak di Kecamatan Bogor Barat.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyalurkan total 12.000 liter air bersih dalam sehari ke dua wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko PS mengatakan laporan pertama diterima dari RT 04 RW 07 Kelurahan Kedunghalang.
Hasil asesmen menunjukkan sebanyak 50 kepala keluarga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena debit mata air yang selama ini dimanfaatkan warga terus menurun.
Baca Juga: 40 Bangunan Liar di Parung Dibongkar, Saluran Irigasi Desa Cogreg Kembali Dibuka
BPBD kemudian berkoordinasi dengan aparat setempat sebelum mengirimkan bantuan 4.000 liter air bersih ke lokasi.
“Penanganan berjalan lancar sehingga kebutuhan air masyarakat dapat segera terpenuhi,” kata Dimas, Selasa, 15 Juli 2026.
Pada hari yang sama, BPBD kembali menerima laporan kekeringan dari RT 01 RW 12 Kelurahan Bubulak sekitar pukul 15.05 WIB.
Dampak di wilayah ini lebih luas. Sebanyak 90 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa mengalami krisis air bersih akibat berkurangnya pasokan dari sumber air yang biasa digunakan warga.





