Melalui transformasi ini, lanjutnya, arah peremajaan armada digeser menuju standar pelayanan publik yang jauh lebih baik.
“Kami mengarahkan peremajaan armada ke arah angkutan yang lebih ramah lingkungan, terintegrasi, dilengkapi fasilitas pembayaran nontunai (e-money) serta ramah difabel,” jelasnya.
Adapun langkah modernisasi ini dirancang agar berjalan selaras dengan penguatan trayek pengumpan atau feeder dan koridor angkutan yang sudah ada sebelumnya.
“Tujuannya jelas, kami ingin menciptakan ekosistem transportasi yang sehat di mana keseimbangan pasokan (supply) dan permintaan (demand) terjaga, sehingga para pengusaha angkot tetap bisa hidup secara berkelanjutan sementara masyarakat mendapatkan layanan prima,” ungkapnya.
Baca Juga: Pendapatan Daerah Disesuaikan, Rudy Susmanto Minta Program APBD Bogor yang Belum Jalan Dievaluasi
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Ana Ismawati menilai bahwa semangat keterbukaan dan inovasi yang dibawa oleh Dishub merupakan modal penting dalam menjawab tantangan transportasi di era digital.
“Dengan peremajaan armada menuju sistem pembayaran digital dan fasilitas yang inklusif, wajah transportasi publik di Kota Bogor diharapkan mampu bertransformasi total, tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi moda pilihan utama yang modern, aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.







Respon (1)