Info Kesehatan

Doomscrolling Jadi Kebiasaan Baru Gen Z, Ini Dampaknya buat Kesehatan Mental

×

Doomscrolling Jadi Kebiasaan Baru Gen Z, Ini Dampaknya buat Kesehatan Mental

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Pinterest)

Baca Juga: 7 Tanda Awal Ginjal Bermasalah yang Sering Diabaikan, Jangan Tunggu Parah

Kondisi ini sering memicu overthinking dan membuat seseorang sulit merasa tenang.

Paparan emosi negatif secara terus menerus juga dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol.

Jika berlangsung lama, kondisi tersebut berisiko memicu stres kronis yang berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.

Kurangnya kualitas tidur akibat doomscrolling turut mempengaruhi fokus dan produktivitas harian.

Seseorang menjadi lebih mudah terdistraksi, sulit berkonsentrasi, dan cepat lelah saat menjalani aktivitas.

Bagi mahasiswa atau pekerja, kondisi ini tentu bisa mengganggu performa akademik maupun pekerjaan.

Ironisnya, saat fokus menurun, banyak orang justru kembali membuka media sosial untuk mencari distraksi.

Lingkaran setan digital yang diciptakan manusia sendiri dengan penuh dedikasi.

Doomscrolling juga dapat memunculkan perasaan helplessness atau tidak berdaya.

Terlalu sering melihat masalah besar di media sosial membuat seseorang merasa tidak memiliki kontrol terhadap keadaan dunia.

Jika dibiarkan, perasaan ini bisa menurunkan motivasi dan membuat seseorang kehilangan semangat menjalani aktivitas sehari hari.

Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut juga berdampak pada keseimbangan emosi.

Seseorang menjadi lebih mudah marah, gelisah, atau merasa sedih tanpa alasan yang jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *